Resensi Novel Setetes Embun Cinta Niyala

Mei 16, 2010 at 2:09 pm (Tugas Kampus)

Identitas Buku

v  Judul               : Setetes Embun Cinta Niyala (Pudarnya Pesona Cleopatra)

v  Pengarang       : Habiburahman El Shirazy

v  Penerbit           : Replubika

v  Cetakan I        : November, 2005

v  Tebal               : vii+111halaman

Novel ini menceritakan tentang kisah seorang wanita bernama Niyala yang merantau ke  jakarta setelah sepeninggalan ibunya dan tinggal bersama Umi teman ibunya sewaktu di Madrasah. Tinggal bersama Umi dan Faiq anak tunggal Umi untuk melanjutkan pendidikan di Jakarta. Setalah 11 tahun berlalu kini Niyala akan diwisuda S1 kedokteran di Universitas Negeri terkemuka di jakarta dengan hitungan hari. Namun surat penting dari ayahnya yang dikirim  dengan kilat khusus dari Sidempuan yang dibaca berkali kali membuatnya sedih dan putus asa karena surat itu berisi tentang bapaknya yang terpaksa menerima pinangan dari Pak Cosmas(Kepala Desa) untuk anak bungsunya bernama Roger. Bapak Niyala(Rusli Hasibuan) menerima pinangan Pak Cosmas karena terlalu banyak hutang budi padanya. Itu terjadi saat Niyala duduk dikelas  4 SD,diberi pinjaman sawah yang kemudian dijual untuk biaya pengobatan  ibunda Niyala yang terkena penyakit kenker otak meskipun Ibunda tidak bisa diselamatkan.  Namun hutang Pak Rusli kepada Pak Cosmas  belum bisa terlunasi dengan jumlah delapan puluh juta. Pak Cosmas berjanji jika Niyala menikah dengan Roger maka semua hutang akan terlunasi, dan Herman(kakak Niyala) bekerja dikelurahanpun karena dibantu oleh Pak Cosmas.  Niyala ingin sekali menolak isi surat dari ayahnya, namun Niyala ingin melihat ayahnya merdeka dari hutang selama ini. Mengingat Roger, pernah hampir menggagahi Niyala saat SMP dan Roger pernah memperkosa teman sebangku Niyala ketika SD dan sekarang ia menjadi pelacur di daerah Brastagi.

Setelah membaca surat dari ayahnya Niyala tidak memiliki semangat hidup, namun Niyala tidak dapat membayar hutang Bapaknya. Hingga putus asa dan sedih, namun Niyala tidak dapat menceritakan masalahnya pada umi karena sudah terlalu banyak pengorbanan umi untuknya. Niyala juga sedih mengingat teman Maesarah meninggal saat usia muda ketika sedang beribadah. Kesedihan Niyalapun sedikit demi sedikit terobati karena umi yang selalu menghibernya dengan ketulusan.Namun Niyala cemas karena beberapa hari lagi Bapak akan datang menjemput Niyala. Namun ketika Umi mengajak Niyala menjemput Faiq di Bandara yang telah lulus S2 di Inggris membuat Niyala berbinar senang. Umi melakukan itu untuk menghadiri wisuda Niyala dan yang lebih penting, Umi akan menjodohkan Faiq dengan Diah saudara sepupu Faiq, putrinya tante Astrid yang telah lulus S2 di Australia.

Kepulangan Faiq membuat Umi dan Niyala bahagia dengan membuatkan masakan kesukaan Faiq. Tidak lupa Faiq membelikan oleh-oleh jilbab sutera asli dari Turki untuk Niyala dan Umi, ada juga tas tangan dari Paris, Leontin kristal dari Italy, cincin,sandal kulit, kebaya dari Malaysia, dan gaun pengantin khas Turki untuk Niyala.  Malam harinya Ka Herman menelpon untuk mengabarkan kedatangannya bersama Pak Russli ke Jakarta besok pagi dan meminta Faiq dan Niyala untuk menjemput mereka di Terminal Pulo Gadung. Malam harinya ketika semuanya tertidur, Niyala masih bangun dan menangis karena sedih akan kedatangan orang tua dan kakak Niyala. Ditengah kesedihan, Niyala mendengar Faiq bangun untuk melakukan Shalat Tahajud dan Niyala pun ikut menjadi makmum tanpa sepengetahuan Faiq. Setelah Shalat dan berdoa Faiq mendengar tangisan Niyala yang sedang sedih mengingat paginya bapak dan kakaknya datang. Paginya mereka menjemput Bapak dan kakak Niyala. Di tengah perjalanan Niayala meminta  Faiq berhenti dan menceritakan mengapa selama ini dia bersedih dan menangis. Setelah menceritakan semua, Niyala meminta Faiq untuk membantunya agar dia dapat terlepas dari penderitaannya, dengan mencitakan pada Bapak Niyala bahwa Niyala susah mempunyai calon suami. Faiq pun bersedia membantunya dengan syarat mencuci pakaian Faiq selama sebulan dan memijitnya. Niyala pun setuju.

Kedatangan Pak Rusli Hasibuan dan Herman disambut hangat oleh Umi, Pak Rusli pun bercerita tentang perkembangan Sidempuan. Malam hari, di ruang makan tampak lima orang mengitari meja bundar. Setelah makan malam usai, Pak Rusli mencitakan masalah yang dihadapi untuk menjodohkan Niyala dengan Roger putra Pak Cosmas. Mendengar permintaan Pak Rusli, umi merasa sangat sedih karena akan kehilangan anak yang selama ini dicinatinya. Namun dengan kebijaksanaannya Umi menyerahkan semua keputusan pada Niyala. Tetapai Niyala hanya bisa terdiam sambil menundukan kepala dan berharap Faiq akan membantunya bicara kepada Umi dan Bapaknya. Faiq berbicara setelah Niyala mencubitnya dan menceritakan bahwa Niyala sudah mencintai seseorang semenjak SMP. Pak Rusli, Herman dan Umi pun kaget mendengar cerita Faiq. Umi pun sedikit kecewa dan tidak percaya karena selama ini Niyala tidak menceritakan kepada Umi dan Umi merasa tidak enak karena tidak merasa berhasil mendidik Niyala dengan baik. Lalu Umi pun bertanya kepada Faiq siapa seseorang yang selama ini Niyala cintai. Faiq pun menjawab nama lengkap lelaki tersebut yang tak lain adalah Faiq sendiri. Faiq pun menjelaskan hubungan sebenarnya dengan Niyala yang tidak sekandung, agar mereka memakluminnya. Niyalapun terkejut mendengar penjelasan dari Faiq. Dia pun bertanya apakah ini hanya sandiwara atau serius. Faiq menjawab pertanyaan Umi dan Niyala dengan serius dan meminta restu dari Umi dan pak Rusli. Faiq memberitahu kepada Umi dan Pak Rusli bahwa akad nikah telah disiapkan malam itu juga, maka Faiq meminta Umi,Niyala,Pak Rusli dan Herman untuk bersiap berangkat keacara akad nikah. Niyala yang berbalut baju pengantin dari Turki sangat terlihat cantik, akad nikah pun berjalan dengan khitmat dengan mahar sebuah mushaf, uang tunai 85 juta rupiah dan hafalan Ar-Rahman. Lalu dilanjutkan dengan pesta walimah yang dimeriahkan grup Rabana dan selawat remaja mesjid yang tampil, tidak ketinggalan puisi yang dibacakan seorang anak TPA yang dibuat sendiri oleh Faiq pada saat kuliah. Pesta Walimah berakhir pada pukul dua belas kurang sepuluh menit.  Malam harinya Umi bertanya pada Faiq dari mana ia mendapatkan biaya sebanyak itu?, Faiq pun menjelaskan pada Umi. Selama Faiq mendapat beasiswa S2 di London, Faiq bekerja part time menjaga toko dan dapat mengajar tawaran mengajar bahasa arab di islamic centre. Dan gajinya ditabung, sehingga bisa membiayai pernikahan ini. Faiq mempunyai sisa tabungan 15 poundsterling untuk membiayai Niyala S2. Lalu Faiq mengatakan mencintai Niyala sejak SMP itu bohong, sejak dulu Faiq menganggap Niyala adiknya. Faiq mulai mencintai niyala sejak Umi mengungkapkan rasa tidak biasa berpisah dengan Niyala. Niyala pun tinbul rasa cinta dengan Faiq saat musyawarah dengan Umi, Bapak, Herman, dan Faiq.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: